Kehamilan pertama adalah suatu momen yang ditunggu-tunggu oleh pasangan baru, dalam mengikrarkan janji sucinya di hadapan wali, para saksi bahkan ribuan malaikat ikut menjadi saksi. Seorang istri sangat antusias menghitung siklus masa subur, dan merasa sedih di saat belum mendapat amanah besar dari Sang Pencipta.
Ketika Allah swt menitipkan amanah itu, seakan memecahkan suasana heningnya seisi rumah , terlebih jika pasangan berada jauh dari orang tua, begitu yang dialami keluarga kecil Melu.
Ketika pertama menerima amanah besar dari Sang Maha Pencipta, setiap bulan mereka rajin mengunjungi dr. SpOG, bahkan pernah dalam sebulan sampai dua kali mengunjungi ke tempat praktek karena kondisi calon ibu yang sangat memprihatinkan (bed rest). Ketika menjumpai dokter spesialis kandungan, senyuman dokter itu begitu lebar kepada Melu dan suaminya, seakan dokter mengetahui keluhan yang akan disampaikan kepada dirinya.
dokter: "Ada masalah apa Melu? Baru minggu lalu kita bertemu.. kangen sama saya ya?" Melu tersenyum .
Melu: " saya lemas, tidak sanggup makan dan tidak sanggup mencium bau aroma "
dokter : "Hehehe, itu sudah lumrah calon ibu, usahakan makan kalau tidak harus di rawat, setelah lewat tiga bulan akan normal kembali"
Beriring berjalannya waktu, masa masa itu ikut berlalu dan kondisi Melu semakin siap untuk menunggu prediksi hari lahir. Karena kondisi normal, Keluarga ini mulai mendatangi klinik bidan yang telah menjadi pilihannya untuk melahirkan nanti. Pada saat itu, usia kehamilan memasuki bulan ke delapan, usaha kontrol ke bidan dan dokter tetap dijalankan.
Betapa bahagia di saat terakhir pemeriksaan dengan dokter yang selama ini mengikuti perkembangan kehamilan Melu, memberi pilihan tempat melahirkan karena menurut ilmunya tidak ada masalah dengan kehamilan Melu. keluarga kecil ini akhirnya memilih melahirkan di Klinik bidan terdekat. Melu mengucapkan terima kasih kepada dokter yang selama ini memeriksa kesehatan kehamilannya.
Tibanya waktu yang ditunggu tunggu, Pada saat yang menegangkan Suami Melu berperan layaknya suami siaga.
Pada sore itu tanda-tanda proses lahiran mulai terlihat, hanya hitungan beberapa jam kontraksi semakin hebat, tibanya pukul 24:00 wib suami Melu dengan sigap mengantar istrinya ke klinik yang menjadi pilihan menjemput buah hati mereka. Ini adalah kali pertama bagi suaminya yang menyaksikan proses perjuangan seorang ibu, ia terus berada di samping istrinya sambil menguatkan istrinya dengan kata-kata semangat. Jarum jam menunjukkan pukul 3:30 wib, terdengar suara tangisan bayi yang memecahkan keheningan malam, pada saat itu terdengar ucapan Alhamdulillah dari lisan yang ada di sekeliling, suami Melu langsung melakukan Sujud Syukur, rasa terimakasihnya kepada sang Pencipta yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata, kemudian ia langsung mengumandangkan azan di dekat telinga sang Mujahid cilik. Dalam hati Melu mengiyakan ternyata benar kata orang setelah bayi lahir, rasa sakit itu langsung hilang...
Allahu Akbar, Allah Ar Rahman - Ar Rahim❤
*#RumbelMenulis*
*#IPAcehMenulis*
*#KamisMenulis*
*#Kehamilan*
Penulis: Mirzayanti, S.PdI
Penulis: Mirzayanti, S.PdI
Komentar
Posting Komentar